Advertisements

Bedanya Doktor dan Ph.D?

Hi Hi Hi,

Di postingan kali ini gw mau membahas mengenai gelar S3. Mengapa gw membahas hal ini? Karena gw pernah mendapat pertanyaan apa si bedanya doktor sama Ph.D (Doctor of Philosophy). Jadi ada beberapa orang yang mikir kalau doktor dan Ph.D itu berbeda. Disini gw mau memberi tahu itu salah. Doktor dan Ph.D itu sebetulnya sama. Mengapa penyebutannya beda? Karena bergantung dari mana negara yang mengeluarkan gelar tersebut.

Berdasarkan Wikipedia, UK dan US merupakan salah satu negara yang memberikan gelar Ph.D untuk lulusan S3. Lalu untuk orang yang mendapatkan gelar S3 di Indonesia, mereka mendapatkan gelar Doktor. Gelar doktor ini merupakan gelar yang setara dengan Ph.D di UK dan US karena untuk mendapatkan gelar tersebut, kita harus menyelesaikan jenjang pendidikan S3. Kalian bisa lihat di Wikipedia untuk melihat gelar S3 yang setara dengan Ph.D di setiap negara. Untuk di Korea, gelar S3 itu sebutannya 박사 (baksa). Jadi untuk ijasah kelulusannya, ditulisnya 박사. Tapi karena itu dalam bahasa Korea, universitas Korea juga memberikan gelar Ph.D untuk ijasah kelulusan dalam bahasa Inggris. Kalau untuk S2 nya, bisa Master of Engineering (M. Eng), Master of Business Administration (M.BA), dll buat bahasa Inggrisnya. Tapi kalau dalam bahasa Koreanya cuma sebutannya 석사 (soksa).

Ph.D itu sebutannya dari Doctor of Philosophy, yang berarti Doktor falsafah dalam bahasa Indonesia. Ini bukan berarti kita belajar ilmu falsafah tapi philosophy itu sendiri mempunyai arti yang lebih luas. Kalau dalam bahasa Yunaninya, artinya love of wisdom. Seperti yang dibilang sebelumnya, Ph.D itu sering dipakai di US. Ada beberapa negara yang gak menggunakan istilah Doctor of Philosophy tapi menggunakan istilah langsung sesuai dengan jurusannya seperti Doctor of Engineering, Doctor of Science, Doctor of Economy, dll. Penggunaan singkatan gelar S3 juga bervariasi. Ada yang ditaruh di depan, ada yang ditaruh di belakang.

Jadi kalau ditanya bedanya doktor dan Ph.D, gw bisa bilang kalau dua hal itu setara (sama sama gelar S3). Nah, gw cuma bilang gelarnya setara. Kalau untuk cara menjalani S3 di setiap negara, gw bisa bilang itu berbeda tergantung sistem pendidikan negara masing masing. Ada yang bilang S3 bisa 2-3 tahun. Ada yang bilang S3 harus 4-5 tahun. Well, semua tergantung kebijakan sistem pendidikan negara dan universitas masing masing si. Mungkin di postingan selanjutnya gw akan bahas berapa lama yang dibutuhkan unutk menyelesaikan S3.

Akhir kata, sebaiknya kita gak perlu menilai seseorang dari gelar yang didapat. Kalaupun gw lulusan S3, gw belum tentu lebih ahli dari lulusan SMA, S1, atau S2. Setiap orang punya jalurnya masing masing. Punya keahlian masing masing di bidangnya. Janganlah kalian kalau melihat lulusan S3, langsung berasa dia orang pintar, suka belajar, dll. Gw aja kagum sama yang lulusan SMA, atau lulusan S1 yang ahli di bidangnya masing masing. Gw lebih suka dinilai dari hasil penelitian yang gw hasilkan, daripada gelar yang gw dapat si. See you di postingan selanjutnya.

 

Ciao

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: