Advertisements

Pengen Tinggal di Luar Negeri, Why? – Part 1

Hi Hi Hi,

Setelah sekian lama tidak posting karena kehabisan waktu yang pas untuk menyendiri menulis, jadilah gw menyempatkan diri untuk menulis blog gw yang menurut gw punya topik yang menarik ini. Apabila di postingan sebelumnya gw menuliskan tentang apa yang harus kita lakukan (Baca ya! ^^) untuk negara kita ini, dan gw merekomendasikan untuk tetap berjuang disini daripada pergi ke luar negeri. Di postingan ini, gw akan membahas mengenai alasan-alasan kenapa orang gak betah tinggal di negara kita (terutama Jakarta). Alasan-alasan yang gw sering rasakan di kehidupan gw sehari-hari yang mana kadang gw gak gitu suka juga. hahaha.Β  Bisa dibilang waktu postingan sebelumnya, gw sudah tinggal lama di Korea, dan hanya mengunjungi Jakarta kadang-kadang saja. Tapi setelah 5 bulan kembali ke Jakarta dan merasakan kerasnya hidup di Jakarta, akhirnya gw sadar kalau wajar orang-orang berpikir seperti itu. Gw akan bagi menjadi beberapa bagian, di postingan ini gw akan membahas alasan berikut:

Tidak tertib

Gw yakin semua orang setuju dengan ini kalau banyak orang di Jakarta itu tidak tertib. Ketidak tertiban ini lah yang membuat jalanan jadi macet, orang berantem, dll. Apabila kita turis yang dari luar negeri (seperti gw dulu), kita gak akan menghadapi hal ini sering. Tapi kalau kita menghadapinya setiap hari, tentunya kita akan eneg juga. Contohnya seperti mengendarai motor/mobil. Berikut contoh ketidak-tertiban dalam berkendara:

  • Mobil/Motor bisa saja dari jalur paling kanan ke jalur paling kiri untuk berbelok. Atau bisa juga mobil atau motor itu memotong jalan di saat kondisi rame, seperti yang tertera di gambar bawah ini. Silahkan dicek kalau setiap hari pada jam padat, jalan Prof. Dr. Latumenten akan macet sebelum rel kereta api.1
  • Mobil/Motor melawan arah karena jarak yang ditempuh lebih dekat. Hal ini sering terjadi apabila putaran balik lebih jauh. Mobil mungkin jarang, tapi kalau motor melawan arah itu sangat banyak ditemukan apalagi di daerah padat penduduk.
  • Angkot ngetem dimana mana, sudah biasa. Sekarang jamannya ojek online atau taksi online ngetem di jalan raya. Hal ini sangat sering gw temui di depan Central Park, dimana kalau malam hari banyak yang ngetem sehingga macet. Banyak juga yang ngetemnya di ruko Central Park menunggu orang yang dijemput.Β Jangan kira kalau taksi online ngetem itu karena supirnya saja, penumpang yang memesan pun salah karena tidak mau menunggu sehingga membuat pengemudinya menunggu. Ini juga salah satu perilaku tidak tertib menurut gw. πŸ™‚
  • Mobil/Motor sering tidak mengantri dalam berkendara karena pingin buru-buru. Gw pernah punya pengalaman pas naik mobil di jalanan dekat Pantai Mutiara, Pluit. Saat itu gw mengikuti antrian panjang untuk ke arah Baywalk di jalur kanan. Namun banyak mobil-mobil yang tidak taat antrian menyerobot masuk dari jalur kiri ke jalur kanan di ujung jalan karena antrian di jalur kiri lebih sedikit. Padahal jalur kiri dipakai untuk yang belok ke kiri dan tidak disarankan untuk belok ke kanan.
  • Pengemudi mobil/motor banyak yang tidak mengetahui rambu-rambu lalu lintas. Yang mereka ketahui adalah cara mengemudikan saja. Dari yang baca blog ini, berapa banyak yang tau kalau marka jalan dengan garis lurus panjang artinya tidak boleh berpindah jalur? Gw yakin gak gitu banyak, karena sebelum gw ke Korea juga gw gak tau hal itu. haha. Bagi yang ingin tau, silahkan lihat disini:Β https://id.wikipedia.org/wiki/Markah_jalan.Β Selain itu, di jalan layang Daan Mogot itu ada larangan motor naik ke atas karena angin yang kencang, tapi berapa banyak motor yang lewat situ sehari-hari? Super Duper Banyak. Gw bingung, ada aturan bukannya dipenuhi.
  • Pengemudi motor masih banyak yang tidak menghiraukan panduan keselamatan. Gw lebih banyak ngelihat pengemudi motor tanpa menggunakan helm di daerah pemukiman padat penduduk seperti daerah Jembatan Lima dan itu terlihat alami dan dibiarkan begitu saja. Selain itu, di daan mogot atau sudirman park, ada beberapa jembatan layang yang melarang motor naik melewatinya. Tapi coba lihat kenyataannya, terlampau banyak motor yang lewat situ.
  • Dan masih banyak lagi tentunya.

Apabila poin-poin sebelumnya bercerita mengenai ketidak-tertiban dalam berkendara, maka ada juga ketidak-tertiban dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Banyak yang masih tidak terbiasa antri apabila tidak ada garis antrinya. Hal ini menjadi hal umum di kehidupan sehari-hari. Mungkin kalau di mall, kita sudah terbiasa ngantri karena sudah ada garis antrian atau kita daftar nomor untuk mengantri. Tapi kalau kita naik lift, naik kereta, naik bus, gw masih belum merasakan budaya tertib antri disitu. Yang ada adalah setiap orang rebutan yang penting naik tidak peduli urutan ke berapa mereka datangnya.
  • Masih banyak yang menyebrang jalan sembarangan padahal ada zebra cross atau jembatan penyebrangan. Hal ini sebetulnya bisa membahayakan dirinya sendiri tapi mereka seakan tidak peduli dengan itu dan menganggap biasa. Gw sering melihat orang yang menyebrang jalan sembarangan di jalan besar padahal di atasnya ada jembatan penyebrangan. Sayangnya gw masih jarang melihat kasus orang ditilang polisi karena menyebrang jalan sembarangan. Di Korea, kalau ada yang ketangkap nyebrang sembarangan, kita bisa didenda sekitar 600 ribu rupiah.
  • Dan masih banyak lagi tentunya.

Begitulah pengalaman gw mengenai salah satu alasan yang dapat menyebabkan orang-orang pingin pindah ke luar negeri yang dianggapnya lebih baik daripada tinggal di negara kita ini. Gw hanya bercerita pengalaman gw, mungkin ada yang berpendapat berbeda. πŸ™‚ DAN gw gak bilang kalau gw termasuk yang tertib ya. Ada kalanya gw tertib dan ada kalanya gw tidak tertib tergantung situasi. Postingan ini bertujuan hanya sebagai informasi dan gw gak yakin bakal banyak yang baca. haha. TAPI jangan kira kalau di luar negeri juga tertib semua, ada juga negara yang gak tertib :). Bagi yang ingin tau alasan lainnya, bisa dibaca di postingan berseri ini. See you di postingan selanjutnya.

Ciao

 

 

Advertisements

5 Comments on Pengen Tinggal di Luar Negeri, Why? – Part 1

  1. Kapan ya Indonesia terutama Jakarta bisa tertib?entahlah.

    Liked by 1 person

  2. Orang Indonesia mentalnya masih kurang bagus jadinya ya~~
    Oh ya, mau info aja Ko Pao… menghiraukan itu sama artinya dengan mempedulikan. Jadi untuk kalimat ini: “Pengemudi motor masih banyak yang menghiraukan panduan keselamatan”, yang benarnya ini: “Pengemudi motor masih banyak yang tidak menghiraukan panduan keselamatan”. Ada kata ‘tidak’ sebelum menghiraukan ^^

    Liked by 1 person

  3. I can’t agree more. Tidak tertib, mau menang sendiri, dan ngga toleran. Kalo saya sih stressnya udah sampe ubun-ubun. Biar dicemooh teman dan dibilang ngga nasionalis atau sok barat, saya tetap pergi dan ngga balik lagi alias menetap di luar negeri. Daripada hidup ngga bahagia karena tua di jalan, ya ngga? Anyway salam kenal πŸ™‚

    Like

    • Iya salam kenal. πŸ™‚
      Hidup bahagia masing-masing orang kan berbeda. yang penting ambil jalan yang gak pernah disesali aja. πŸ™‚

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: