Advertisements

Bea Masuk Oleh-Oleh dari Luar Negeri?

Hi Hi Hi,

Di postingan kali ini, gw mau membahas mengenai batas oleh-oleh yang bisa dibawa dari luar negeri. Tentunya kalau kita pergi ke luar negeri, kita pasti mau belanja atau beli oleh-oleh yang banyak. Namun, gw sangat yakin banyak orang yang tidak mengetahui peraturan bea masuk dari oleh-oleh yang kita bawah. Jadi, kalau kita beli barang di luar negeri untuk keperluan PRIBADI, kita tetap harus membayar PAJAK masuk barang tersebut apabila melewati BATASAN tertentu. Namun, apabila kita membeli barang di luar negeri untuk keperluan KOMERSIAL alias dijual lagi, kita harus membayar pajak IMPOR dari barang tersebut. Hal inilah yang sering tidak diketahui oleh banyak orang yang pergi ke luar negeri. Sering kali kita menemukan orang-orang pergi ke Cina, Thailand, Korea untuk membeli berbagai jenis barang untuk dijual lagi di Indonesia. Sebagai contoh, banyak orang Indonesia yang tinggal di Korea, akan melakukan jual-beli alat make-up Korea karena harganya lebih murah di Korea. Pastinya hal ini termasuk perbuatan ilegal. Namun, gw gak akan bahas tentang hal itu di sini.

Di postingan ini gw akan membahas batasan barang pribadi yang dibeli di luar negeri yang bisa dibawa masuk ke Indonesia. Beberapa saat yang lalu batasan bebas bea masuk untuk barang pribadi adalah $250 (3,4 juta rupiah) setiap individu. Namun, ada berita baik akhir-akhir ini yaitu batasan bebas bea masuk untuk barang pribadi dinaikkan menjadi $500 (6,8 juta rupiah) setiap individunya. Silahkan baca beritanya berikut ini:

Jadi, ada sedikit kelonggaran buat orang Indonesia untuk membeli barang di luar negeri. Tapi, banyak pastinya yang tidak mengerti melakukan respon negatif seperti: Duit duit kita, kita mau belanjaain barang di luar negeri ya suka suka kita donk? Negara lain yang maju gak seperti ini, dan respon negatif sebagainya. Oleh karena itu, gw melakukan survey singkat untuk menunjukkan bahwa SETIAP negara ada batasan bebas bea masuk untuk barang pribadi. Surveynya gw lakukan dengan menghampiri halaman website resmi dari bea cukai di negara yang gw pilih, yaitu Singapore, Malaysia, Thailand, China, Korea, Japan, European Union, dan United Kingdom.

  • Singapore: Negara yang bersebelahan dengan kita ini menerapkan dua jenis bebas bea masuk bergantung berapa lama penduduk Singapore keluar dari negara tersebut.
    • S$600 (6,1 juta rupiah) untuk yang pergi lebih dari 48 jam
    • S$150 (1,5 juta rupiah) untuk yang pergi kurang dari 48 jam
  • Malaysia: Negara ini memberikan batasan bebas bea masuk sebesar RM 400 (1,3 juta rupiah)
  • Thailand: Negara ini memberikan batasan bebas bea masuk sebesar 20,000 Baht (8,3 juta rupiah)
  • China: Negara ini memberikan batasan bebas bea masuk sebesar RMB 5,000 (10,4 juta rupiah)
  • Korea: Negara ini memberikan batasan bebas bea masuk sebesar $600 (8,1 juta rupiah)
  • Japan: Negara ini memberikan batasan bebas bea masuk sebesar 200,000 yen (24 juta rupiah)
  • United Kingdom: Negara ini memberikan batasan bea masuk sebesar £390 (7.1 juta rupiah)
  • European Union: Persatuan Uni Eropa ini memberikan batasan bea masuk sebesar €430 (7 juta rupiah)

Tentunya yang gw survey ini tidak detil karena gw hanya melihat batasan harga barang yang boleh dibawa masuk tanpa kena pajak. Tapi setidaknya, kita dapat membayangkan adanya variasi peraturan di setiap negara untuk mengatur barang yang masuk ke negaranya. Oleh karena itu, marilah kita aware dengan peraturan di setiap negara tidak cuma batasan bea masuk ini. Janganlah menjadi contoh yang buruk atau mendukung contoh yang buruk yang terjadi. Sebagai contoh-contoh, gw pernah melihat video seseorang yang ngomel-ngomel ke petugas pajak dikarenakan anggur yang dia beli dari luar negeri tidak dibawa masuk ke Indonesia. Mereka menganggap kalau anggur tersebut akan dimakan sama petugas bea cukai makanya disita. Padahal sesuai peraturan kita memang tidak diperbolehkan membawa tumbuh-tumbuhan atau buah-buahan tanpa surat yang jelas. KALAU kita pergi ke Australia, mereka lebih strict terhadap itu. Apabila kita deklarasi tidak bawa apa apa yang melanggar peraturan di lembar bea cukainya, kita bisa ditangkap atau dideportasi untuk berbohong seperti itu.

Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk tidak menyepelekan peraturan yang dibuat itu. Kita bisa kok bandingkan dengan peraturan di luar negeri. Apakah memang aneh atau tidak. Jangan main hakim sendiri. 🙂 Terkadang kita sebagai orang Indonesia itu menyepelekan peraturan imigrasi dan cukai di Indonesia tapi sangat berhati-hati apabila kita ke negara lainnya. Menurut gw, wajar setiap negara menerapkan pajak ke setiap barang yang masuk ke sini untuk melindungin perekonomian dari negara itu. Silahkan kalian bebas beli barang yang banyak di luar negeri, tapi ya jangan lupa bayar pajaknya apabila melewati batasan bea masuk. 🙂 Jangan sampai beli tas ratusan juta di Eropa bisa, tapi bayar pajak gak mau. hehe. Okay deh, sekian postingan gw. See you di postingan selanjutnya.

Ciao

PS: Tolong kasih tau kalau yang gw survey salah ya kalau ada karena background gw bukan di pajak atau hukum. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: