Advertisements

Artificial Intelligence (My Point of View)

Setelah sekian lama, akhirnya gw menulis blog lagi. Hi Hi Hi. 🙂 Well, karena beberapa kesibukan yang menyebabkan gw jarang mempunyai waktu tenang untuk menulis, akhirnya blog ini kosong selama hampir 7 bulan.

Di postingan kali ini gw mau membahas sesuatu yang sangat hype di dunia Teknik Informatika atau Computer Science, yaitu Artificial Intelligence. Belakangan ini Artificial Intelligence sudah menjadi bagian yang ditonjolkan dalam promosi. Bahkan, banyak yang menggaungkan mengenai Industry Revolution 4.0 berbasiskan Artificial Intelligence. Bahkan lagi, banyak perusahaan-perusahaan yang muncul dan dengan percaya dirinya kalau mereka sudah mengimplementasikan Artificial Intelligence di produk mereka. Hal demikian menjadi salah satu point of attractiveness perusahaan tersebut di mata masyarakat. Para akademisi pun mulai berlomba-lomba menulis karya ilmiah yang berkaitan dengan Artificial Intelligence.

Sebelum kita membahas lebih jauh, ada baiknya kita membahas definisi dari Artificial Intelligence tersebut. Belakangan ini Artificial Intelligence disebut dengan sebuah teknologi yang ditanamkan ke dalam program sehingga program tersebut dapat mempelejari cara untuk memecahkan masalahnya dengan sendiri, atau bisa juga disebut dengan teknologi berbasis pembelajaran (learning). Ada juga yang beranggapan dengan program yang pintar sehingga dapat memecahkan masalah kompleks. Sebetulnya definisi ini, menurut gw, tidak salah tapi kurang tepat. Mengapa? Karena kalau begitu artinya kita mengindahkan metode-metode Artificial Intelligence yang sudah dikembangkan pada awal terciptanya bidang ilmu ini.

Gw tertarik untuk membahas definisi dari Artificial Intelligence ini dari sudut pandang yang berbeda. Artificial Intelligence itu artinya adalah kecerdasan buatan (dalam bahasa Indonesia). Kalau berdasarkan google, Artificial Intelligence adalah a person or being with the ability to acquire and apply knowledge yang berarti seseorang atau sesuatu yang mempunyai kemampuan untuk menerima dan mengaplikasikan pengetahuan. Perlu diperhatikan di pengertian tersebut bahwa tidak ada kata “PINTAR”. Namun, arti yang sebenarnya adalah sesuatu yang dapat menerima dan menggunakan knowledgenya. Nah, arti kata menerima disini itu bisa berbeda tergantung bagaimana kita melihatnya. Sebagai contoh, kita sebagai manusia dapat menerima ilmu pengetahuan melalui guru, orang tua, atau teman tanpa kita mempelajari ilmu pengetahuan tersebut. Banyak manusia yang menerima ilmu pengetahuan mentah-mentah tanpa mengolahnya. Tingkat kecerdasan setiap manusia pun bervariasi, ada yang ahli dalam masalah kompleks, ada yang hanya dapat mengatasi masalah-masalah simple saja.

Apabila kita merefleksikan hal tersebut ke dalam bidang ilmu Artificial Intelligence maka kita dapat menyebutkan bahwa pengetahuan yang diketahui oleh program tersebut dapat ditanamkan secara langsung atau paksa oleh programmer. Secara gamblang, gw bisa bilang kalau simple program yang dapat membuat sebuah keputusan berdasarkan apa yang sudah diprogramkan termasuk dalam program Artificial Intelligence. Walaupun program tersebut tidak dikatakan pintar karena hanya bisa mengatasi masalah-masalah simple. Tentu saja kalau program yang dapat mempelajari data yang ada sehingga program tersebut dapat membangun pengetahuan dia sendiri juga termasuk dalam bidang Artificial Intelligence yang memang pintar dibandingkan program yang saya sebutkan di atas.

So, what’s the point melalui penulisan ini? Gw hanya ingin mengatakan kalau Artificial Intelligence bukan sesuatu yang baru. Artificial Intelligence sudah ada semenjak lama. Namun, masih belum terlalu pintar. Tanpa didengungkan Industry Revolution 4.0 pun, sudah banyak program yang mengimplementasikan Artificial Intelligence walau sering tidak disebut dengan terminologi tersebut. Menurut gw, Industry Revolution 4.0 seharusnya tidak berdasarkan Artificial Intelligence tetapi berdasarkan Learning Intelligence dimana sebuah kecerdasan yang dapat mempelajari ilmu pengetahuan itu sendiri. Terminologi Artificial Intelligence itu terlalu luas namun lebih mudah dimengerti daripada terminologi lainnya oleh orang non teknis lainnya.

Selain itu, gw ingin menulis opini bahwa tidak semua perusahaan yang mengimplementasi Artificial Intelligence tau bagaimana cara Artificial Intelligence itu bekerja. Terkadang banyak orang/perusahaan yang disebut sebagai expert di bidang Artificial Intelligence yang sudah mengaplikasikan Artificial Intelligence dalam jangka waktu yang lama tapi sebetulnya hanya bergantung Google API untuk Speech Recognition, Machine Vision, atau GitHub orang lain untuk mengimplementasikan teknologinya tanpa mengetahui what’s going on inside the Artificial Intelligence. Gw ingin memastikan kalo orang/perusahaan bukan expert di AI tapi expert dalam menggunakan AI library. Yang expert adalah engineer2 di Google API yang digunakan oleh mereka. 🙂 Terkadang lucu juga kalau disebut expert di AI tapi tidak mengerti bagaimana Artificial Neural Network bekerja, tidak tau bagaimana backpropagation bekerja. Disebut expert di Computer Vision tapi tidak tahu langkah-langkah dalam face recognition selain menggunakan code di internet. 🙂

Postingan ini fully hanya opini gw. It’s debatable and I am open to debat karena dari debat kita dapat meningkatkan ilmu kita dan membuka secercah pengetahuan yang baru. See you in my next posting.

Ciao

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: